Thursday, June 21, 2012

Produk ramah Lingkungan


Produk Ramah Lingkungan

Dahulu kala, efek dari perusakan lingkungan hidup sering kali tidak dipedulikan dalam mendesain sebuah produk baru atau dari proses produksinya. Limbah – limbah yang berbahaya dibuang tanpa memedulikan kemungkinan kerusakan lingkungan. Penggunaan energi dalam proses produksi yang tidak efisien menghasilkan biaya operasional produk yang sangat tinggi. Serta hasil produk yang penuh dengan bahan – bahan kimia dibiarkan bebas beredar di pasaran. Tentu hal ini sangat membahayakan konsumen dan menyebabkan lingkungan yang semakin tercemar.
Hal ini menginspirasi para pakar teknologi untuk membersihkan polusi masa lalu dan mengatur aliran limbah.
Proses membersihkan polusi memang hal yang penting dalam menyelamatkan lingkungan hidup, tetapi akan lebih efektif lagi jika mengubah desain produk.
Beberapa contoh perubahan desain produk antara lain :
a)      Mengganti bahan baku produk dari sintetis / kimia ke bahan alami
Contohnya adalah menggunakan campuran minyak sereh (Cymbopogon sitratus 250 ml, alkohol 50 ml, dan air 250 ml) untuk bahan baku pengusir nyamuk sekaligus sebagai  pewangi ruangan.
b)      Mengganti sistem pengencer pada bahan kimia.
Contohnya adalah mengganti pengencer yang tidak mengandung racun. Dalam hal ini pengencer berbahan dasar air lebih disenangi.
c)      Mengganti bahan baku plastik pembungkus.
Saat ini telah beredar plastik pembungkus yang ramah lingkungan, yaitu ecoplast. Ecoplast merupakan kantong plastik yang terbuat dari tepung tapioka. Bila kantong plastik lainnya baru dapat teruarai di dalam tanah setelah 100 hingga 500 tahun yang akan datang, ecoplast dapat terurai hanya dalam kurun waktu 6 bulan sampai 5 tahun.
d)     Menggunakan bahan baku produk yang familier dengan alam.
Contohnya adalah penggunaan selulosa sebagai pengganti khlor dalam pengharum ruangan.
e)      Mengganti sumber daya pembuatan produk.
Contohnya adalah pemanfaatan sinar matahari sebagai pengganti sumber daya untuk menyalakan listrik.

Sebenarnya ada tiga tujuan umum dalam desain ramah lingkungan, yaitu:
a)      Meminimalkan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Seperti penggunaan batu bara dan minyak bumi sebagai bahan bakar pengoperasian mesin – mesin industri.
b)      Mengatur penggunaan sumber daya alam yang bisa diperbarui dan meyakini kelanjutannya; serta
c)      Mengurangi racun dan emisi lain yang berbahaya pana lingkungan, termasuk emisi yang menyebabkan pemanasan global.
Sebuah produk ramah lingkungan atau proses industri ramah lingkungan tidak dapat didefinisikan dengan pasti, hanya bisa dipastikan bahwa produk tersebut adalah produk hijau apabila dibandingkan dengan produk lainnya. Misalnya, apakah proses produksinya menggunakan energi yang dapat diperbarui, menggunakan komponen – komponen yang dapat didaur ulang dan memiliki perencanaan yang pasti pada akhir usia produknya (end of life) dari sebuah produk.
Bagaimanapun, produk tersebut tidak dapat dikatakan sebagai produk ramah lingkungan jika menghasilkan limbah berbahaya dan menggunakan sumber daya alam yang mulai menipis pada proses produksinya.
Mengemas produk dalam ukuran besar, dinilai lebih ramah lingkungan daripada produk yang dikemas dalam ukuran kecil. Karena hal ini dapat menghemat penggunaan pembungkus serta menguntungkan konsumen bila dilihat dari harga produk per satuan beratnya.
 Menciptakan produk multiguna seperti pembersih serbaguna tentu lebih menghemat pengeluaran konsumen dan menghemat penggunaan pembungkus. Bila memungkinkan, menggunakan produk hasil daur ulang dapat turut membantu usaha menyelamatkan lingkungan hidup dari polusi masa lalu.
Mengembangkan dan memasarkan produk ramah lingkungan adalah sebuah langkah maju untuk menjaga sumber daya alam. Produk ramah lingkungan dapat mengurangi emisi, mengurangi limbah, mengurangi biaya akibat dampak sosial akibat polusi dan biaya perlindungan pada lingkungan. Produk hijau dapat menjanjikan keuntungan bagi perusahaan pembuatnya dengan megurangi biaya – biaya berikut ini: biaya untuk material, mengurangi biaya untuk proses pembuangan dan meningkatkan nilai jual produk hijau melalui penjualan dan ekspor.
Mendesain produk ramah lingkungan menjadi sangat penting saat ini, sama pentingnya dengan menyiapkan generasi masa depan dengan planet yang membuat mereka bisa bertahan dan berkembang.
 Dari berbagai hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa menyelamatkan lingkungan hidup dapat dimulai dari merubah desain produk dan mengupayakan proses produksi yang lebih menghemat sumber daya produksi. Selain itu, produk ramah lingkungan dapat menguntungkan konsumen dan perusahaan pembuatnya.


Sumber
       Dari buku Konsep Teknologi dalam Pengembangan Produk Industri, karya Ir. Suwarno Tahid & Yunia Dwiecahyanie, ST
Kautsar, Abahnya. "Inilah Produk Ramah Lingkungan."http://kautsarku.wordpress.com/2009/05/07/inilah-produk-produk-ramah-lingkungan/ (diakses tanggal 19 Juni 2012)
Anonymous, 2011. Kantong Plastik Ramah Lingkungan, bisnisukm.com/kantong-plastik-tapioka-ramah-lingkungan.html (diakses tanggal 19 Juni 2012)

No comments:

Post a Comment